Pupusnya Aksara Jawa
Aksara jawa merupakan aksara atau huruf yang digunakan untuk menulis bahasa jawa.Aksara Jawa dikenal juga hanacaraka,merupakan salah aksara tradisional yang berasal dari Indonesia.Aksara jawa berkembang dan sering digunakan didaerah Jawa,terutama didaerah DI Yogyakarta,Sunda,Jawa timur dan Jawa tengah.aksara jawa itu sendiri terdiri dari 20 huruf/aksara.
Seiring dengan perkembangan zaman Aksara jawa kini mulai terlupakan, dikarenakan mungkin dengan adanya bahasa bahasa lain yang lebih gaul dan lebih mudah dimengerti.Seharusnya akasara jawa ini harus tetap diuri uri artinya kita sebagai generasi penerus selalu melestarikan keanekaragaman Indonesia salah satunya aksara jawa ini yang merupakan salah satu huruf tradisional yang berasal dari Indonesia.
Aksara jawa dahulunya sering sekali kita kenal dan pelajari disaat masih duduk dibangku sd atau pun smp . Walaupun masih banyak sekolah sekolah yang mempelajari Bahasa Jawa ,tetapi jika kita telusuri 8 dari 10 siswa jika ditanya soal aksara jawa ,bahkan menulis nya,maka siswa akan kesulitan, dikarenakan mereka sudah lupa aksara jawa . Mengapa bisa terjadi seperti itu?.... Semua itu bisa terjadi dikarenakan mereka tidak lagi memperlajari bahkan melestarikan aksara jawa itu sendiri.
Adapun beberapa penyebab kenapa aksara jawa diambang kepunahan:
1. Mulai Ditiadakan Sebagai Mata Pelajaran di Sekolah
2. Tidak Semua Orang Bisa Menulis Dengan Aksara Jawa
3. Lebih Lancar Berbahasa Asing daripada Bahasa Jawa
4. Semakin Sedikit Orang yang Ahli Bahasa Jawa
5. Bahasa Jawa Dianggap Sebagai Bahasa Sulit dan Menyusahkan
Marilah kita bersama sebagai generasi penerus jangan pernah melupakan budaya Indonesia,dan terus lah melestarikan budaya budaya di Indonesia.Jangan pernah mau apabila budaya milik Indonesia ini direbut bahkan diakui oleh negara lain. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bangga akan budaya sendiri dan terus melestarikan budaya yang dimiliki.Ayo sama sama kita perlihatkan aksara jawa ini sebagai aksara atau huruf tradisional Indonesia.

Komentar
Posting Komentar